![]() |
| Infografis Pidato Presiden untuk Diplomasi Pertahanan |
Pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI, Kamis (15/8), membawa pesan tegas bagi arah pertahanan Indonesia di panggung global, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang semakin strategis.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa kekuatan pertahanan Indonesia tidak hanya diukur dari kemampuan militer, tetapi juga dari kemampuan diplomasi yang mampu mengamankan kepentingan nasional dan memperkuat posisi tawar negara. Bergabungnya Indonesia dengan BRICS, penyelesaian perundingan dagang strategis, dan keterlibatan aktif dalam isu Palestina adalah bukti bahwa diplomasi menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pertahanan.
Bagi Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Kemhan, pesan ini adalah mandat langsung untuk memformulasikan strategi diplomasi pertahanan yang proaktif, adaptif, dan relevan dengan dinamika kawasan. “Indo-Pasifik adalah arena geopolitik utama abad ke-21. Kita harus hadir di meja perundingan dan lapangan kerja sama,” ujar seorang pejabat senior Kemhan.
Empat Fokus Diplomasi Pertahanan di Indo-Pasifik
-
Penguatan Kemitraan StrategisMembangun aliansi dan kerja sama pertahanan dengan negara-negara kunci di kawasan, termasuk Australia, India, Jepang, dan negara ASEAN lainnya.
-
Kerja Sama Keamanan MaritimMenjaga jalur perdagangan strategis seperti Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan perairan Papua dari ancaman keamanan tradisional maupun non-tradisional.
-
Transfer Teknologi dan Latihan BersamaMemastikan kerja sama pertahanan menghasilkan alih teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan latihan militer bersama yang meningkatkan interoperabilitas.
-
Peran Aktif dalam Forum RegionalMengambil peran kepemimpinan di forum seperti ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM-Plus), Shangri-La Dialogue, dan Pacific Islands Forum untuk mempengaruhi kebijakan keamanan regional.
Presiden menutup arahannya dengan pesan bahwa diplomasi pertahanan harus menjadi garda terdepan dalam memastikan Indonesia disegani dan tidak diabaikan di kawasan Indo-Pasifik. “Kita hadir untuk memperjuangkan kepentingan nasional, menjaga kedaulatan, dan membawa manfaat bagi rakyat,” tegasnya.
Jakarta – 16 Agustus 2025
