Oleh : Ismi Sri Septiani
Strategi dalam menyusun pertahanan khususnya dalam skala pertahanan militer tentu membutuhkan waktu dan gagasan yang matang. Tentu tidak mudah dilakukan, namun hal ini sudah semestinya dilakukan agar upaya dalam menjaga keutuhan negara Indonesia dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa adanya hal buruk yang dapat merugikan bangsa sendiri. Salah satu indikator fundamental yang dapat dilakukan yaitu melakukan identifikasi dan evaluasi ancaman yang mungkin dihadapi, baik dari segi skala, sumber, dan bentuknya, pahami kemampuan musuh atau pihak yang mungkin menyerang.
Indikator fundamental yang telah diuraikan diatas, boleh jadi telah Indonesia lakukan sejak lama, namun Indonesia perlu melakukan banyak evaluasi yang mendalam terkait dengan strategi jangka panjang yang sudah semestinya dilakukan. Seperti halnya terkait dengan cybersecurity yang saat ini tengah menjadi isu urgensi yang mesti diselesaikan oleh Indonesia, termasuk kaitannya dengan bagaimana Indonesia mampu melakukan diplomasi pertahanan untuk menengarai persoalan ini dengan negara-negara besar yang memiliki kapabilitas dalam keamanan siber.
Untuk itu, prinsip dan usaha yang sedang dan akan Indonesia lakukan, sudah semestinya didasari dengan keinginan kuat, yang tidak berpusat hanya pada satu komponen, tetapi perlu melibatkan berbagai sektor dan komponen masyarakat yang relevan terhadap persoalan yang terjadi di Indonesia. Kita bukan negara yang berdiri sendiri, kita membutuhkan banyak pihak untuk ikut berdikari dan membangun Indonesia lebih baik lagi, khususnya dalam aspek pertahanan dan keamanan.
