Selasa, 19 Maret 2024

Diplomasi Pertahanan Indonesia dalam Menanggapi Ancaman Krisis Pangan

Tegar Mahasiswa Magang di Pokja DP 

Pertahanan merupakan sebuah konsep dimana negara yang berdaulat memiliki kekuatan yang terintegrasi baik sipil maupun militer. Bisa dijabarkan bahwa pertahanan adalah sebuah upaya negara yang berdaulat untuk melakukan respon atau bentuk tindakan yang bersifat soft dan hard power. Diplomasi Pertahanan, bisa dikatakan sebagai  adanya upaya yang dilakukan oleh negara yang sifatnya umumnya kerjasama militer sebagai bentuk  kebijakan luar negeri negara tersebut (Cottey dan Forster,2004). Bisa diartikan bahwa Diplomasi pertahanan Indonesia adalah upaya yang dilakukan indonesia untuk menanggapi atas ancaman suatu kelompok maupun kondisi khusus non-perang seperti  krisis pangan, kemanusian, perbatasan dan banyak lagi (Buku Putih Pertahanan Indonesia, 2008, 2008). Sebagai sebuah ancaman nyata kini pangan adalah sebuah permasalahan global. Artikel ini akan menjawab bagaimana upaya Indonesia dalam memberikan pengaruh baik melalui diplomasi pertahanan dan juga dalam memenuhi kebutuhan akan ketahanan Nasionalnya.


Dalam upaya pencegahan ancaman krisis pangan, Kementerian Pertahanan melakukan Program Food Estate. Pada dasarnya program ini adalah bagaimana mengupayakan pertahanan dalam bentuk ketahanan pangan “ logistik” setiap daerah sehingga terjadi satu konektivitas supply chain. Bisa dikatakan bahwa Program Food Estate disini adalah upaya Indonesia dalam menciptakan setiap pulau memiliki kekuatan supply yang stabil dan dapat bertahan apabila adanya blokade jalur laut dan juga darat sekalipun. Sesuai dengan doktrin Tentara Nasional Indonesia (TNI), maka program ini bisa dikatakan sangat sesuai dengan bagaimana pola mobilisasi pasukan dan juga bagaimana mempertahankan setiap pulau yang ada. kemudian, untuk masyarakat sipil disini adalah tersedianya logistik “bahan pangan”. Ketahanan Pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam mendukung suksesnya suatu negara berdaulat dapat bertahan dalam memenuhi kebutuhan yang masuk dalam komponen hak hidup. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistika (BPS) pada pertengahan 2023 Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak  278,7 juta jiwa dan personil militer setahun sebelumnya tepatnya 2022 sebanyak 444.133 Personel dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah yang ada kita bisa melihat bagaimana sebuah kebutuhan akan pangan akan sangat mempengaruhi bagaimana kesiapan Indonesia dalam pertahanan dalam menyediakan bahan pangan. 

Dari penjelasan diatas kita bisa kita analisis bahwa kebutuhan akan Bahan pangan sangat besar di luar daripada kebutuhan senjata sebagai unsur untuk bertahanan. dengan jumlah yang masif ini maka diplomasi pertahanan dalam bidang Ketahan pangan sangat penting dalam menjamin kelangsungan pertahanan negara. Maka daripada itu pembuatan pusat penghasil tanaman pangan di setiap pulau merupakan kunci daripada keberhasilan sistem diplomasi pertahanan Indonesia dalam menjamin keamanan baik dalam kondisi krisis dan juga masa stabil. Dengan jumlah yang cukup besar ini maka peran diplomasi pertahanan merupakan titik vital  dalam konsep pertahanan Rakyat Semesta. 


Bisa disimpulkan bahwa diplomasi pertahanan dalam bidang pangan khususnya dalam krisis pangan disini merupakan sebuah upaya yang harus terus di gaukan dan dilaksanakan. Ketahanan disini merupakan sebuah implementasi daripada konsep pertahanan yang begitu luas yang mencakup baik sipil dan militer. kebutuhan pemenuhan logistik “bahan pangan” disini merupakan kebutuhan penting dalam memenuhi kebutuhan mobilisasi baik pasukan dan sipil dalam rangka pertahanan rakyat semesta. Diplomasi pertahanan merupakan upaya yang dilakukan negara dalam menerapkan kebijakan dalam negeri dan juga bagaimana negara menjamin keamanan di setiap lini sector penting. 



Referensi 

2012, no.362 4 1. Latar Belakang A. Pertahanan Negara ... www.kemhan.go.id. (n.d.). https://www.kemhan.go.id/ppid/wp-content/uploads/sites/2/2016/10/Permenhan-Nomor-16-Tahun-2012-Lampiran.pdf 


Buku putih pertahanan Indonesia, 2008: disahkan dengan Peraturan Menteri Pertahanan, Republik Indonesia nomor PER/03/M/II/2008 tanggal 18 Februari 2008. (2008).


Humas. (2023, November 24). Hingga pertengahan 2023, jumlah penduduk Indonesia tembus 278 juta jiwa. KKI Jawa Tengah. https://kkijateng.or.id/hingga-pertengahan-2023-jumlah-penduduk-indonesia-tembus-278-juta-jiwa/#:~:text=Menurut%20data%20Badan%20Pusat%20Statistik,sebanyak%20275%2C77%20juta%20jiwa.


Ihsanuddin. (2023, August 20). Kantor Staf Presiden soroti minimnya jumlah prajurit TNI perempuan. KOMPAS.com. https://nasional.kompas.com/read/2023/08/20/10201111/kantor-staf-presiden-soroti-minimnya-jumlah-prajurit-tni-perempuan