Kamis, 25 September 2025

Pokok-Pokok Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB

Sumber Foto: Detikcom 

Pokok-Pokok Pidato:

  1. Kesetaraan dan Kemanusiaan

    • Menekankan bahwa meskipun berbeda ras, agama, dan bangsa, umat manusia adalah satu keluarga.
    • Mengingatkan inspirasi dari Declaration of Independence AS dan Universal Declaration of Human Rights yang menegaskan “All men are created equal”.
  2. Sejarah Indonesia

    • Indonesia pernah mengalami kolonialisme, penindasan, dan apartheid.
    • PBB berperan besar memberi legitimasi internasional dan bantuan pada masa awal kemerdekaan Indonesia melalui UNICEF, FAO, WHO, dll.
  3. Isu Global dan Peran PBB

    • Dunia masih dilanda konflik, ketidakadilan, dan genosida.
    • Indonesia tetap berkomitmen pada multilateralisme dan penguatan PBB.
    • Menolak doktrin Thucydides: “The strong do what they can, the weak suffer what they must.”
  4. Komitmen Perdamaian

    • Indonesia siap mengirim 20.000 lebih pasukan penjaga perdamaian bila diputuskan oleh Dewan Keamanan PBB, termasuk untuk Gaza, Ukraina, Sudan, dan Libya.
    • Juga siap berkontribusi finansial untuk misi perdamaian.
  5. Ketahanan Pangan, Energi, dan Iklim

    • Indonesia telah mencapai swasembada beras dan mengekspor ke negara lain, termasuk Palestina.
    • Target menjadi lumbung pangan dunia melalui pertanian cerdas iklim.
    • Komitmen transisi energi terbarukan, reforestasi 12 juta hektar, dan net-zero emission sebelum 2060.
    • Pembangunan giant sea wall sepanjang 480 km untuk menghadapi kenaikan permukaan laut di Jakarta.
  6. Kemanusiaan dan Gaza

    • Menyuarakan kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza: anak-anak, perempuan, dan orang tua yang menjadi korban.
    • Mendesak PBB bertindak segera.
  7. Dua Negara untuk Palestina-Israel

    • Tegas mendukung solusi dua negara: Palestina merdeka dan Israel aman.
    • Menyebut kedua keturunan Abraham harus hidup berdampingan dalam rekonsiliasi dan perdamaian.
  8. Penutup dengan Harapan Global

    • Mengajak pemimpin dunia menunjukkan statesmanship, kebijaksanaan, dan kerendahan hati.
    • Menyerukan perjalanan kemanusiaan menuju perdamaian tanpa kebencian, tanpa prasangka.
    • Menutup dengan doa universal dari berbagai agama.

Inti Pesan:
Indonesia hadir sebagai suara moral dunia: menolak ketidakadilan, mendukung PBB, siap berbagi beban perdamaian, berkomitmen pada pangan dan iklim, serta tegas memperjuangkan solusi dua negara untuk Palestina dan Israel.