Rencana pelaksanaan pertemuan negara-negara Pasifik Selatan khususnya negara-negara anggota South Pacific Defense Ministers Meeting (SPDMM). Pertemuan ini dinamakan Dialog Jakarta atau Jakarta Dialogue.
Jakarta Dialogue menjadi langkah awal yang baik bagi upaya Indonesia untuk lebih banyak berperan di kawasan Pasifik Selatan. Upaya diplomasi pertahanan yang dilakukan diantaranya dengan penyelenggaraan pertemuan yang dinamakan Jakarta Dialogue bertujuan untuk mendorong satu forum baru yang dinamakan South Pacific Strategic Dialogue, SPSD. Dengan adanya SPSD, Indonesia menunjukkan perhatian besar terhadap stabilitas di kawasan.
Dialog yang diinisiasi oleh Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertahanan Indonesia dengan mengundang semua negara anggota SPDMM. Negara anggota SPDMM terdiri dari Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Fiji, Tonga, Perancis, Chile, Amerika Serikat, selain negara anggota SPDMM, Indonesia juga mengundang negara-negara yang berpengaruh atau berada di kawasan tersebut seperti Inggris, Vanuatu dan Timor Leste.
Kepentingan Indonesia mengundang negara-negara anggota SPDMM dan negara Pasifik lainnya adalah sebagai sebuah upaya diplomasi pertahanan yang bertujuan untuk memperbesar peran dalam menjaga stabilitas di kawasan. Proposal yang dibawa dalam dialog ini adalah mendorong terbentuknya satu forum baru yaitu South Pacific Strategic Dialogue (SPSD)
SPSD saat ini masih berupa sebuah inisiatif dari negara Indonesia. Terbentuk forum SPSD akan menunjukkan intensi Indonesia untuk dapat menjadi anggota forum Menhan Negara Pasifik Selatan atau SPDMM. Diharapkan dengan adanya forum SPSD Indonesia dapat menjadi anggota SPDMM, forum SPSD akan memperkuat eksistensi SPDMM di kawasan dan dapat menjadi bridge bagi negara-negara Asia khususnya ASEAN dengan negara-negara di Pasifik Selatan.
Rencana pelaksanaan Jakarta Dialogue dilaksanakan pada tanggal 28 sampai dengan 30 November 2024. Tanggal tersebut menjadi tanggal yang dipilih secara khusus karena dua alasan yang cukup signifikan yaitu pertama karena tanggal tersebut memungkinkan ketersediaan waktu mengingat letak geografis negara yang diundang dan kesiapan kehadirannya. Kedua, pada tanggal 1 Desember setiap tahun digunakan untuk memperingati peristiwa proklamasi kemerdekaan Papua sebagai negara boneka oleh Belanda. Dengan demikian dengan acara kegiatan ini, diharapkan perhatian media akan tertuju pada kegiatan Jakarta Dialogue dibandingkan kegiatan tersebut.
Tempat pelaksanaan Jakarta Dialogue akan dilaksanakan di Jakarta, hal tersebut dilakukan karena sebagai tonggak awal inisiasi kegiatan yang akan berlanjut. Diharapkan dengan berada di Jakarta para anggota delegasi dapat disajikan informasi tentang keragaman budaya Indonesia sebagai sebuah negara yang besar.
Secara teknis sudah disusun perencanaan waktu dan kegiatan serta menyusun rencana anggaran untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Pada kesempatan awal akan dilaksanakan kegiatan kunjungan dengan mengirimkan special envoy ke negara-negara anggota SPDMM dan negara-negara yang berada di wilayah tersebut sekaligus special envoy akan mengantarkan undangan Jakarta Dialogue sebagai bentuk penghormatan dan harapan akan kehadiran negara-negara tersebut.
Demikian urgensi dilaksanakannya Jakarta Dialogue dalam rangka membentuk forum SPSD guna dapat mendorong Indonesia masuk SPDMM.
Sekian
