Diplomasi
pertahanan merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk melakukan mencegah dan
meresolusi konflik menggunakan instrumen pertahanan maupun instrumen militer. Diplomasi
pertahanan tidak hanya dilakukan ke arah luar negeri saja. Diplomasi pertahanan
yang dilakukan ke arah dalam negeri juga menjadi aspek penting untuk mencegah
ancaman-ancaman yang dapat timbul. Salah satu cara diplomasi pertahanan ke arah
dalam negeri yang dilakukan yaitu melalui aspek pendidikan.
Penelitian
dan analisis yang dilakukan oleh para peneliti mengenai isu pertahanan dan
keamanan menjadi kunci dalam diplomasi pertahanan melalui literasi. Literasi
dalam literatur yang kredibel dapat meningkatkan pengetahuan terhadap konsep
diplomasi pertahanan yang dimiliki oleh Indonesia melalui aspek pendidikan. Hal
ini dikarenakan dengan menerbitkan literatur-literatur kredibel dapat
mempermudah penyebaran informasi yang akurat. Selain itu, dari literatur yang
kredibel dapat diimplementasikan di lapangan dengan melakukan edukasi kepada
masyarakat tentang pentingnya pertahanan dan keamanan.
Untuk
mencegah penyebaran hoaks dalam konteks diplomasi pertahanan yang berbasis
literasi, diperlukan langkah-langkah strategis yang dapat mengedukasi
masyarakat dan memastikan bahwa informasi yang beredar adalah kredibel dan
akurat. Salah satu cara efektif adalah dengan meningkatkan kualitas literasi
melalui penerbitan literatur-literatur yang telah diverifikasi oleh pakar dan
diakui secara akademis. Kemudian program-program literasi digital yang
mengajarkan masyarakat cara membedakan antara informasi yang sahih dan hoaks
dapat menjadi bagian dari upaya ini. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya
menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi juga aktif dalam menyaring dan
memverifikasi informasi.
Konsep
diplomasi pertahanan ke dalam negeri ini memerlukan kolaborasi dan koordinasi
melalui berbagai aspek. Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan
media juga penting untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat. Pemerintah
dapat berperan dalam menyediakan platform untuk verifikasi fakta serta
mengadakan kampanye publik yang mengedukasi tentang bahaya hoaks. Media,
terutama yang berfokus pada isu pertahanan dan keamanan, perlu menjalankan
peran sebagai penjaga gerbang informasi dengan memastikan setiap berita yang
disajikan telah melalui proses verifikasi yang ketat. Aspek pendidikan melalui
literatur menjadi kunci untuk mencapai tujuan diplomasi pertahanan demi
mencegah ancaman yang muncul terutama ancaman dalam negeri.
Upaya menggabungkan konsep diplomasi pertahanan dengan aspek pendidikan, terutama dalam literasi, dapat memperkuat kemampuan diplomasi pertahanan. Literasi dapat meningkatkan kesadaran juga partisipasi publik dalam menghadapi ancaman-ancaman keamanan. Sehingga diplomasi pertahanan dapat dilakukan oleh banyak pihak dengan literasi melalui literatur yang kredibel. Dengan mengimplementasikan langkah-langkah ini, konsep diplomasi pertahanan yang berbasis literasi dapat dikembangkan dan diperkuat, sehingga menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan responsif terhadap dinamika global yang terus berubah.
Penulis: Tsalsa Bella Adinndatia Putri
