Senin, 05 Februari 2024

Organisasi Internasional di Kawasan Pasifik

                                   

                                    Organisasi Internasional di Kawasan Pasifik


Kawasan merupakan konsep wilayah yang membentang secara luas dimana di dalamnya berisi negara-negara. Kawasan sendiri secara geografis menyediakan sesuatu yang bersifat “menguntungkan” bagi negara-negara di dalamnya. Keuntungan ini dapat berupa kekayaan alam di suatu kawasan yang dapat dimanfaatkan oleh negara-negara kawasan. Pemanfaatan kekayaan alam suatu kawasan oleh negara merupakan kesadaran negara untuk membangun upaya dalam memenuhi kepentingannya. Munculnya eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan suatu negara di kawasan menjadikan tantangan negara dalam memenuhi kepentingannya. Eksploitasi akan membawakan dampak buruk karena jika dibiarkan akan mengancam perdamaian serta stabilitas politik, budaya, ekonomi, sosial, dan keamanan di suatu kawasan. Hal ini tentunya menyadarkan negara-negara akan pentingnya pembentukan kerjasama baik secara regional maupun internasional. Kerjasama kawasan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab negara-negara kawasan dalam mencapai perdamaian yang adil dalam menghasilkan win-win solution. Salah satu kerjasama kawasan terbesar di dunia datang dari kawasan Pasifik. Kawasan pasifik sendiri menyediakan SDA, dan perikanan yang melimpah bagi negara-negara di kawasan serta, menjadi jalur perdagangan internasional yang penting bagi seluruh negara.

Sebagai jalur perdagangan internasional, kawasan Pasifik tentunya menjadi pendorong utama untuk membangun kerjasama ekonomi antarnegara. Upaya ini tercermin dalam pembentukan organisasi internasional seperti APEC dan TPP. APEC atau Asia-Pacific Economic Cooperation, terdiri dari 21 negara anggota seperti Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chili, China, Hong Kong-China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, PNG, Rusia, Singapura, Chinese Taipei, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam, bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di kawasan. APEC mempromosikan perdagangan dan investasi yang lebih terbuka, sambil meningkatkan kerja sama pengembangan kapasitas ekonomi anggota (KEMLU 2022). Disisi lain, TPP (Trans-Pacific Partnerships) merupakan perjanjian perdagangan antara 12 negara di Lingkar Pasifik seperti Australia, Brunei, Kanada, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Vietnam, dan Amerika Serikat. TPP memiliki tujuan menciptakan liberalisasi perdagangan dengan mengurangi tarif produk dan jasa lintas negara (Hariyanto, 2014). Kawasan Pasifik, dengan kekayaan sumber daya alam, terutama dalam sektor perikanan, memberikan peluang untuk kerjasama internasional seperti yang terjadi dalam WCPFC (Western & Central Pacific Fisheries Commission). Organisasi ini didirikan untuk mengelola sumber daya perikanan di wilayah Pasifik, mengacu pada Konvensi Konservasi dan Pengelolaan Stok Ikan Bermigrasi Tinggi di Samudra Pasifik Barat dan Tengah  (WCPFC, n.d.).

            Kawasan Pasifik aktif memanfaatkan kerjasama internasional di bidang keamanan melalui inisiatif seperti The Quad, AUKUS, dan PIF. The Quad, atau Quadrilateral Security Dialogue, merupakan forum dialog strategis informal antara Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan India. Tujuan utama Quad adalah memfasilitasi kerjasama dalam nilai-nilai demokrasi serta merespons kebangkitan kekuatan China yang dianggap sebagai ancaman bagi kawasan Pasifik. Sementara itu,  AUKUS, atau kemitraan keamanan trilateral antara Australia, Amerika Serikat, dan Inggris, bertujuan memperkuat kemampuan masing-masing pemerintah dalam mendukung kepentingan keamanan dan pertahanan. AUKUS mendorong pertukaran informasi dan teknologi yang lebih dalam, serta mempromosikan integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan rantai pasokan terkait dengan keamanan dan pertahanan (Departemen Pertahanan AS, 2023). Selain itu, Pacific Islands Forum (PIF) juga berperan penting sebagai organisasi internasional di kawasan Pasifik. Terdiri dari 18 negara, PIF memiliki visi untuk menjaga perdamaian, keamanan, keharmonisan, inklusi sosial, dan kesejahteraan di wilayah Pasifik. Melalui PIF, negara-negara anggota bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan seluruh masyarakat Pasifik menjalani kehidupan yang bebas, sehat, dan produktif  (Pacific Islands Forum, n.d.). Dengan adanya kerjasama internasional ini, kawasan Pasifik diharapkan dapat membangun fondasi yang kuat untuk perdamaian, keamanan, dan kemakmuran bersama, sambil mengatasi tantangan kawasan yang kompleks

 

 


Referensi

Departemen Pertahanan AS. 2023. “AUKUS: The Trilateral Security Partnership Between Australia, U.K. and U.S.” Department of Defense. https://www.defense.gov/Spotlights/AUKUS/.

Hariyanto, M. (2014). KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT MENDORONG JEPANG TERLIBAT DALAM TRANS-PACIFIC PARTNERSHIP AGREEMENT (TPP).

KEMLU. 2022. “Asia Pacific Economic Cooperation Apec | Portal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.” Kemlu. https://kemlu.go.id/portal/id/read/164/halaman_list_lainnya/asia-pacific-economic-cooperation-apec.

Pacific Islands Forum. n.d. “The Pacific Islands Forum | Forum Sec.” Pacific Islands Forum Secretariat. Accessed February 5, 2024. https://www.forumsec.org/who-we-arepacific-islands-forum/.

WCPFC. n.d. “Western & Central Pacific Fisheries Commission.” WCPFC: Home. Accessed February 5, 2024. https://www.wcpfc.int/home.